Lestarikan Ekosistem, Dishut Sumsel Launching Buku

JETTNEWS.COM, Palembang – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk melestarikan keanekaragaman hayati diwujudkan dalam sebuah buku yang berjudul “Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Provinsi Sumatera Selatan 2017-2021”.

Diluncurkannya buku ini sebagai bahan acuan bagi semua pihak dalam melestarikan ekosistem dan keberagaman hayati. Apalagi, Sumsel memiliki wilayah strategis seperti taman nasional, suaka margasatwa serta hutan lindung dan memiliki ekosistem hutan yang merupakan habitat beberapa spesies terancam punah seperti Gajah dan Harimau Sumatera. Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Povinsi Sumsel, Ir Sigit Wibowo mengungkapkan, bahwa buku ini sangat membantu penyelamatan alam karena didalamnya berisi mengenai susunan rencana program penyelamatan alam, rencana aksi, tata waktu, indikator penghasilan hingga penanggung jawab.

sumber: https://jettnews.com/lestarikan-ekosistem-dishut-sumsel-launching-buku/

Perhutanan Sosial Berpeluang Selamatkan Bentang Alam Sriwijaya?

Pemerintahan Jokowi menargetkan 12,7 juta hekatre lahan dijadikan perhutanan sosial untuk para petani hingga 2020. Namun hingga 2016, capaian perhutanan sosial baru 316.824 hektare atau 12,6 persen dari target per tahun.

Di Sumatera Selatan, berdasarkan Peta Indikatif Areal Perhutanan Sosial (PIAPS) yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas areal yang diperuntukkan untuk pengembangan perhutanan sosial sebesar 586.393 hektare. Tapi, berdasarkan catatan Hutan Kita Institut (HaKI), hingga 2016, baru seluas 81.827 hektare yang terwujud atau 14 persen dari target. Bagaimana mendorong percepatan target tersebut?

sumber: http://www.mongabay.co.id/2017/04/25/perhutanan-sosial-berpeluang-selamatkan-bentang-alam-sriwijaya/

Forum DAS Sumsel kunjungi Kawasan Gambut OKI

Ogan Komering Ilir, Sumsel (Antarasumsel.com) - Sejumlah anggota Forum Daerah Aliran Sungai Sumatera Selatan yang terdiri atas multi pihak mengunjungi kawasan hutan dan lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis.

Kunjungan lapangan ini melihat langsung pemanfaatan gambut oleh masyarakat, perusahaan, dan pemerintah untuk produksi dan konservasi.

sumber: http://www.antarasumsel.com/berita/312093/forum-das-sumsel-kunjungi-kawasan-gambut-oki

Hidup Badak Sumatera Dibayangi Ancaman, TNBBS Perkuat Tim Pengamanan

Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) merupakan bentang alami tempat badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) hidup. Di taman nasional yang juga bagian Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (World Heritage) ini, kelestarian badak sumatera terus dibayangi ancaman. Mulai dari perburuan, kerusakan habitat akibat perambahan dan illegal logging, serta gangguan manusia akibat jalan yang membelah TNBBS.

Sejak 2002 hingga sekarang, memang sudah tidak ada lagi kasus kematian atau perburuan badak sumatera di TNBBS. Namun, kami tidak mau lengah. Ancaman itu tetap ada. “Mengantisipasi itu semua, mulai dari perburuan, perambahan, pembalakan liar, dan gangguan manusia, kami telah menambah 9 tim patroli lagi tahun ini. Total, ada 17 tim,” terang Kepala Balai Besar TNBBS Timbul Batubara kepada Mongabay Indonesia, Jumat (17/03/17)...

sumber: http://www.mongabay.co.id/2017/03/20/hidup-badak-sumatera-dibayangi-ancaman-tnbbs-perkuat-tim-pengamanan/

Pedagang tak Berjualan Lagi, Tinggal Sampah Mengapung di Sungai Sekanak

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Belum genap sepekan dibuka, Pasar Terapung di Sungai Sekanak Jalan Merdeka Palembang tak lagi dihuni para pedagang, sebagaimana terlihat Kamis (16/2/2017).

Pantauan Sripoku.com, sungai tersebut sepi dari aktivitas transaksi jual beli.

Yang tersisa saat ini hanyalah Sungai Sekanak yang berwarna kuning kehitaman ditambah sampah-sampah rumah tangga yang mengapung bebas.

sumber:

http://palembang.tribunnews.com/2017/02/16/pedagang-tak-berjualan-lagi-tinggal-sampah-mengapung-di-sungai-sekanak